Gambar Digital Dalam Dunia Desain Komunikasi Visual
Halo teman-teman!
Berada di zaman yang dikenal sebagai era digital, kita pasti sudah tidak asing menemukan berbagai macam gambar baik asli ataupun hasil edit yang berlalu-lalang di internet. Sebagai hasil dari perkembangan zaman, terciptalah gambar-gambar tersebut yang tersimpan dalam bentuk file. Tak dapat disentuh namun terasa nyata dan dapat dimiliki oleh siapa saja.
Kalau sebelumnya Gianna sudah bahas mengenai Kuliah Diploma Animasi 3D di Indonesia, pada kesempatan yang berbahagia ini Gianna akan bahas mengenai Digital Imaging.
Apa masih terdengar asing?
Sudah paham?
Jadi singkatnya gambar digital adalah gambar yang dihasilkan dari perangkat elektronik seperti komputer, scanner, kamera, dan lainnya yang kemudian disimpan dalam bentuk data atau file.
Kalau begitu ada juga gambar non digital, dong?
Betul sekali, ada juga yang namanya gambar non digital. Ia adalah kebalikan dari gambar digital. Jadi merupakan gambar yang diproses dari sketsa ke atas kanvas atau kertas menggunakan alat gambar non elektronik.
Jadi kurang lebih seperti itu pengertian dari gambar digital dan gambar non digital.
Seperti contohnya ketika kalian melihat gambar ini :
Lihatlah gambar di sebelah kanan. Jelas sekali kan kalau gambar tersebut tidak mungkin terjadi secara nyata. Artinya gambar tersebut adalah gambar digital karena tidak menggunakan media lukis manual, melainkan menggunakan kamera yang kemudian diedit kembali. Sudah pasti keseluruhan prosesnya menggunakan teknologi.
Sementara untuk gambar non digital, kalian dapat melihatnya langsung dari buku gambar ataupun lukisan di rumah kalian.
Berada di zaman yang dikenal sebagai era digital, kita pasti sudah tidak asing menemukan berbagai macam gambar baik asli ataupun hasil edit yang berlalu-lalang di internet. Sebagai hasil dari perkembangan zaman, terciptalah gambar-gambar tersebut yang tersimpan dalam bentuk file. Tak dapat disentuh namun terasa nyata dan dapat dimiliki oleh siapa saja.
Kalau sebelumnya Gianna sudah bahas mengenai Kuliah Diploma Animasi 3D di Indonesia, pada kesempatan yang berbahagia ini Gianna akan bahas mengenai Digital Imaging.
Apa masih terdengar asing?
Kenalan Yuk!
Digital imaging ini sering disebut dalam bahasa Indonesia sebagai Gambar Digital. Nah, menurut tante wiki, gambar digital adalah sebuah representasi numerik (biasanya biner) dari sebuah gambar dua-dimensi. Sebuah gambar digital bisa termasuk jenis Vector atau Bitmap tergantung pada apakah resolusi gambar digital tersebut tetap atau tidak.Sudah paham?
Jadi singkatnya gambar digital adalah gambar yang dihasilkan dari perangkat elektronik seperti komputer, scanner, kamera, dan lainnya yang kemudian disimpan dalam bentuk data atau file.
Kalau begitu ada juga gambar non digital, dong?
Betul sekali, ada juga yang namanya gambar non digital. Ia adalah kebalikan dari gambar digital. Jadi merupakan gambar yang diproses dari sketsa ke atas kanvas atau kertas menggunakan alat gambar non elektronik.
Jadi kurang lebih seperti itu pengertian dari gambar digital dan gambar non digital.
Seperti contohnya ketika kalian melihat gambar ini :
Lihatlah gambar di sebelah kanan. Jelas sekali kan kalau gambar tersebut tidak mungkin terjadi secara nyata. Artinya gambar tersebut adalah gambar digital karena tidak menggunakan media lukis manual, melainkan menggunakan kamera yang kemudian diedit kembali. Sudah pasti keseluruhan prosesnya menggunakan teknologi.
Sementara untuk gambar non digital, kalian dapat melihatnya langsung dari buku gambar ataupun lukisan di rumah kalian.
2 Jenis Gambar Digital
Terdapat dua jenis gambar digital, yaitu:- Gambar Bitmap
Adalah gambar yang terbentuk dari piksel yang terbatas. Piksel sendiri tersusun atas baris dan kolom yang tidak dapat berubah. Kalian dapat menyadari suatu gambar termasuk gambar bitmap jika saat diperbesar atau zoom gambar tersebut akan pecah. - Gambar Vektor
Merupakan gambar yang terbentuk dari geometri matematika atau vektor. Dimana vektor sendiri tersusun atas titik-titik yang mempunyai arah dan panjang. Berbeda dengan gambar bitmap, saat diperbesar atau zoom gambar vektor tidak akan pecah.
Digital Imaging in Its Industry
Dari
seluruh industri seni, digital imaging atau gambar digital termasuk
industri Desain Komunikasi Visual. Kok bisa? Seperti yang sudah diulas
di atas, Digital Imaging (DI) atau yang disebut juga Digital Image
Processing merupakan sebuah proses mengedit gambar yang sebelumnya
diperoleh menggunakan scanner atau kamera. Sentuhan editan tersebut yang
membuat kita dapat melihat gambar seperti yang kita temukan saat ini.
Kehadiran
dunia digital tak terlepas dari dunia fotografi yang tidak pernah redup
dan menghidupkan serta mengembangkan dunia lainnya seperti periklanan,
perfilman, dan lain sebagainya.
Suatu
gambar berfungsi sebagai penyampai pesan, rasa, dan kata. Maka gambar
yang sudah diolah dengan teknologi saat ini dapat mempermudah tujuan
dari gambar tersebut.
Contohnya
saja gambar digital yang kita temukan pada poster sebuah film. Kita
dapat menginterpretasikan bagaimana dan tentang apa film tersebut hanya
dengan melihat poster film tersebut. Tentu interpretasi setiap orang
berbeda-beda pada bagian spesifik, namun secara general akan sama sesuai
yang ditampilkan.
Get Deeper Know
Terlihat mudah dan dapat dibuat oleh siapa saja membuat gambar digital banyak ditemukan. Memang benar, kalian dapat membuatnya sendiri pada laptop dengan software seperti Adobe Photoshop, CorelDraw, atau bahkan Paint. Kalian juga dapat menggunakan smartphone kalian dengan aplikasi seperti PicsArt dan lainnya.
Namun untuk mengenal lebih dalam dan menguasai bidang ini kalian tentu membutuhkan usaha lebih. Tidak perlu khawatir, kalian dapat mempelajari secara otodidak dengan mengikuti tutorial dari buku ataupun internet. Akan lebih baik lagi jika kalian mengikuti sekolah, pelatihan ataupun khusus tersendiri. Salah satu contohnya seperti Sekolah Desain Komunikasi Visual di SAE Institute.
Kalian dapat mengeksplorasi imajinasi kalian tentunya dengan estetika dan teknik dari bidang desain komunikasi visual ini. Kursus ini cocok bagi kalian yang berminat pada bidang desain dan bagi profesional yang ingin mendalami bidang ini secara singkat. Dalam 8 minggu, kalian akan mendapatkan ilmu, serta sertifikasi internasional dari SAE.
SAE Institute?
Sebagai lembaga pendidikan media kreatif yan terkemuka di bidangnya, SAE yang didirikan pada tahun 1976 tersebar di 28 negara dengan 54 kampus. Di Indonesia, SAE menawarkan program sertifikat, diploma, dan sarjana dalam disiplin Animasi , Audio, Film dan Bisnis Musik. Gelar sarjana kami divalidasi oleh Middlesex University London.Dengan bangga memberikan program yang luar biasa dengan fasilitas kelas dunia, SAE memastikan siswanya menerima pendidikan yang luar biasa, dengan kualifikasi yang diakui secara internasional, serta keterampilan industri yang relevan. Lulusan SAE benar-benar memiliki keunggulan kompetitif dan tak perlu diragukan lagi.
Kunjungi : SAE Institue Indonesia




Komentar
Posting Komentar
Gimana menurutmu?